Home Return

Denial of Service (DOS) Pada Wifi Menggunakan CommView Windows

cv publish0x hive steemit uptrennd https://lbry.tv/$/invite/@0fajarpurnama0:e https://bittube.app/?ref?2JY4FE0CP youtube viewly twitch bitchute dlive dtube portal twitter facebook instagram lindked discord reddit vk pininterest socialeaglerockglobal minds medium blogger weebly wix joomla thumblr

source code

View My Stats

word number: 509

Time: 2021-04-25 21:14:05 +0000

DOS menurut saya adalah hacking yang menghalangi user lain untuk beraktifitas pada jaringan. Disini akan saya demonstrasikan DOS pada suatu wifi menggunakan CommView for WIFI di Windows.

Mengunduh CommView

Download terlebih dahulu programnya dan install. Disarankan pada website pengembangnya http://www.tamos.com.

https://file.army/i/BYnOxE9

Gambar 1. Mendownload software CommView for Wifi 6.3

Installasi CommView

Langsung jalankan program yang baru didownload atau diekstra terlebih dahulu.

https://file.army/i/BYnORyL

Gambar 2. Menjalankan Setup.exe CommView

https://file.army/i/BYnOI3o

Gambar 3. Melakukan installasi CommView, ikuti perintah pada saat installasi.

Setelah install software anda perlu install driver dari commview yang sudah ada di packet installer (biasanya). Pillih Adapter wireless yang sesuai untuk anda. (jika tidak support, tidak bisa). Jika benar, pada device manager akan terlihat seperti berikut:

https://file.army/i/BYnOStE

Gambar 4. Ada tulisan “commview” pada wireless adapter

Memulai DOS pada suatu Wifi

https://file.army/i/BYnOuxU

Gambar 5. Tampilan CommView, buka commview for wifi (jangan connect ke suatu wifi terlebih dahulu).

https://file.army/i/BYnOvp3

Gambar 6. Memilih Channel 11 untuk menangkap packet. Klik tombol “Start Capture” pada tab (terlihat seperti tombol “play”), klik tombol start scanning, setelah itu pilih channel (yang ada wifi yang anda ingin capture) untuk menangkap packet, lalu klik tombol capture.

https://file.army/i/BYnO6cZ

Gambar 7. Membuka packet generator, klik tab packet untuk melihat, sambil menungu buka packet generator yang ada pada “tools > packet generator”.

https://file.army/i/BYnOOzq

Gambar 8. Menekan tombol show template, klik tombol “show template” yang terletak pada bagian kiri-bawah packet generator.

https://file.army/i/BYnOl1F

Gambar 9. Mencari paket request, cari packet “Request” yang ditujukan pada accesspoint. Disini packet saya bernama “MNGT\PROBE REQ”. Nama packet bias berbeda, saran saya cari yang bernama REQ dan coba-coba. Anda perlu pelajari bidang telekomunikasi untuk pengetahuan lebih lanjut.

https://file.army/i/BYnOGJe

Gambar 10. Drag ke template packet generator, drag and drop (klik, tahan, taruh) di template. Saya ganti nama packetnya dengan klik kanan “rename”.

https://file.army/i/BYnOLy5

Gambar 11. Melakukan Capture kembali, disini saya lakukan “stop capture” agar mudah memilih packet. Selanjutnya anda akan mengirim packet ini ke layanan accesspoint anda. Disini saya ganti packet size menjadi 200 mengirim 3000 packet/second secara continuously. Agar bisa klik tombol “send” anda harus mulai “capture” kembali pada channel tersebut.

https://file.army/i/BYnO1EA

Gambar 12. Melakukan capture packet kembali pada channel 11.

https://file.army/i/BYnOMW4

Gambar 13. Accesspoint mengirim banyak respon, jika anda benar maka anda akan menerima packet “Respon” yang sangat benyak dan terus menerus. Disini namanya “MNGT/PROBE RESP”. Saya lihat rekan-rekan bersama saya tidak dapat mengakses internet ataupun download.

Opini

Menurut saya yang terjadi saya mengirim banyak “request” (permintaan) untuk mengakses network tersebut dan dibalas dengan “respond” (tanggapan). Karena accesspoint terlalu sibuk mengirim “respon” ke saya maka tidak sempat melakukan hal lain. Beban pada accesspoint menjadi sangan banyak bahkan terlalu banyak.

Sumber

WIRELESS HACKING, Efvy Zam.

Mirror